welcome to novel pendek

blog ini sebisa mungkin akan saya update setiap hari, dengan 1 cerita hari, atau terusan chapter baru setiap harinya


terima kasih

Kamis, 19 Agustus 2010

jared dan kunci neraka

 kedatangan the ripper

chapter II :

7 tahun berlalu semenjak kejadian petir menyambar di kediaman nata dan ripka, setelah kejadian tersebut tak ada satu orang pun yang melihat lagi nata dan ripka di kediaman tersebut, seakan-akan mereka hilang di telan bumi.
di tempat yang tidak di ketahui oleh manusia di bumi, nata dan ripka bersembunyi, tempatnya sangat rahasia dan terpencil, mereka memang sudah menyiapkan tempat ini untuk bersembunyi.  tempatnya seperti hutan yang luas, di selimuti pepohonan, namun tak ada 1 pun binatang yang hidup disana, bahkan serangga atau sekedar ikan kecil. hutan itu memiliki sungai yang berwarna kuning, seperti kotor dan tercemar. dan jauh di dalam hutan nata dan ripka bersembunyi di sebuah pondok kecil dan sangat reot, ringkih sekali untuk hancur. dan bentuknya yang sangat aneh dan jelek.namun itulah tempat tinggal mereka.

jared yang sudah berumur 7 tahun  tumbuh menjadi anak laki-laki yang sangat gagah, lengannya menunjukan ia berotot dan sangat kering. rambutnya panjang seperti tidak pernah dipotong semenjak lahir, dan berwarna putih perak. rambutnya pun sangat lurus dan halus, alisnya sangat tebal dan berwarna hitam lebat, matanya bulat sama seperti ripka, hidungnya kecil namun mancung, mulutnya tipis dan  jared jarang berbicara. ia lebih suka menyendiri dan bergumam sendiri. ia memakai baju yang terbuat dari karung berwarna putih halus. dan memakai sepatu yang di rajut dari akar pohon.

di pagi hari nata keluar pondok dengan membawa kapak dan tali, ia pergi ke pinggir sungai dimana ada pohon-pohon aneh yang tak ada di dunia manusia..bentuk nya seperti jamur namun besar dan tinggi serta banyak dahannya. ia menebang pohon itu dengan kampaknya sampai setengah terbelah , lalu ia menalikan tali yang ia bawa dari pondoknya lalu menarik pohon itu kuat2 sehingga jatuh, seperti yang sudah terbiasa, ia menghampiri pohon itu dan tepat di bagian tengah pohon yang di tebangnya itu terdapat berbagai macam bahan makanan. ia mengambil beberapa dan meninggalkan sisanya disitu, lalu ia membawa makanan itu pulang. sesampainya di rumah ripka dan jared yang sudah menunggu di depan pondok mengambil makanan dari tangan nata. tanpa di beri aba-aba jared memegang makanan itu dan tangannya keluar asap, seketika itu juga tangannya di aliri aliran listrik dan makanan itu pun matang dalam sekejap. dan mereka melakukan itu hampir setiap pagi, di siang harinya nata dan ripka tidur siang, sedang jared menelusuri hutan dan membakar pohon-pohon di hutan tersebut dengan aliran listrik dari tangannya, namun setip pohon itu tumbang dan terbakar dalam 15 menit kemudian ada 1 pohon baru yang tumbuh dengan cepatnya menggantikan pohon yang tumbang. pada malam harinya mereka bertiga keluar dari hutan itu dengan mengambil sedikit pasir di pesisir sungai lalu membuangnya ke sungai tersebut, dan sungai itu pun terbelah dan mengeluarkan cahaya terang, mereka masuk ke dalam cahaya itu dan ber teleportasi ke tempat yang mereka inginkan. malam ini mereka bertiga ke tempat sahabat dari nata yang tinggal di daerah ubud bali. namanya adalah neiti.

neiti adalah seorang peramal besar yang di kagumi oleh bangsa petir. ia sudah banyak meramalkan kejadian-kejadian yang tidak pernah meleset sedikitpun. rambutnya putih seperti jared namun tidak berwarna perak melainkan uban, ia berjanggut panjang dan alisnya pun sangat panjang, neiti memakai kalung yang sangat besar dan bulat-bulat berwarna coklat.
rumah neiti sangat besar seperti lapangan bola, namun tidak ada perbotan di dalamnya hanya ada 5 kursi dan 1 meja bundar yang besar. ruangan itu sangat terlihat kosong dan hampa tanpa adanya perabotan.
neiti duduk di salah satu bangku, ia sedang diam dan menatap ruanagn yang kosong di depannya, tak lama ada sinar muncul di depannya dan sangat terang. muncul lah sosok 3 orang itu. nata, ripka, dan jared
"akhirnya kalian menjenguk ku juga" ucap neiti
"maaf kan kami neiti. kami mnencari waktu yang tepat" balas nata
neiti mempersilahkan mereka bertiga duduk dan dengan 1 jentikan jari meja tersebut seperti melunak dan bagian alas atasnya meleleh ke dalam seperti hendak melumer ke lantai namun kembali lagi memutar ke atas lalu keluarlah 3 cangkir berisi teh hitam dan alas atas meja itu kembali keras seperti semula.
"minumlah" ujar neiti
" neiti..aku ingin tahu apa ramalan mu terhadap jared" sela ripka
" hhmmm... ini berat, dengan situasi kondisi yang sangat aneh di luar sana. terutama di dunia manusia, jared harus kalian jaga jangan sampai ada yang curiga, karena ia adalah satu-satunya yang mampu kita andalkan" jawab neiti
"kami sudah melakukan itu sampai hari ini, dan kami akan melakukannya sampai kami mati neiti. tapi sampai kapan jared dapat keluar dari sini" seru nata
belum sempat neiti menjawab, tiba-tiba jared seperti kedinginan dan mukanya menunduk serta tertutup oleh rambutnya yang panjang itu, neiti, ripka dan nata sangat terkejut dan hampir saja loncat dari bangkunya saat jared tiba-tiba mengeluarkan asap dari ubun-ubun kepalanya dan sangat banyak seperti asap rokok kretek.
"sepertinya adayang mengikuti kalian" ucap neiti
seperti sudah terbiasa neiti nata dan ripka lalu mengambil ancang-ancang seperti hendak bertarung dan berdiri melingkari jared yang masih duduk dan tertunduk.
tak lama gempa menghantam rumah neiti dan kaca-kaca jendela pecah dengan sendirinya.
angin kencang pun masuk dari jendela yang tak berkaca lagi itu, seiring dengan itu lampu-lampu di rumah itu seperti meredup dan hampi mati, namun tidak mati. secara mengejutkan sosok besar, tinggi dan hitam muncul di depan mereka bertiga. jumlah nya ada sekitar 15. dan diantara mereka ada yang paling menxolok memakai jubah putih namun di belakanya ada sinar berwarna hitam pekat. neiti sangat kaget dan mulutnya seperti terkunci rapat karena terkejut.
"bagaimana mungkin..ripper tahu tempat ini" kata neiti dengan gugup dan terbata-bata
sosok putih itu mendekat dan menghampiri ke arah jared.
nata dan ripka pun langsung menghadang melindungi jared.
"tak usah takut" ujar sosok putih itu " akulah lead ripper yang memerintahkan para ripper di dunia ini, dan aku datang menyampaikan pesan untuk jared" lanjut sosok putih itu
lalu cahaya dan angin tadi menghilang, rupa dari sosok putih itu pun terlihat. wajahnya sangat rup[awan dan ganteng, rambutnya berwarna emas. "panggil aku sieron" ujar sosok putih itu. nata, ripka dan neiti masih terbengong-bengong dan tubuh mereka gemetar
"maaf aku menakuti kalian, aku mengikuti kalian saat kalian di hutan terlarang itu. aku membawa pesan untuk jared. bahwa ia harus tetap hidup sampai usia 20 tahun. karena ia akan memegang jabatan sebagai komandan laskar langit, dengan pengikut lebih dari 200juta bangsa draigin (draigin bukanlah manusia bukan malaikat bukan juga setan, draigin ada di tengah-tengah ke3 itu. draigin memliki perpaduan fisik dari ke3 tersebut, dan draigin di bagi menjadi 4 bangsa. ada bangsa petir, bangsa api, bangsa air, dan bangsa air. setiap bangsa memiliki suku-sukunya tersendiri dari yang paling tinggi sampai ke yang paling rendah).

"mengapa jared yng terpilih" sela nata
"sudah jelas ia lah simbol kebangkitan bangsa draigin di masa mendatang, ia harus menerima takdirnya atau ia akan mati sama sekali. dan tidak ada lagi bangsa draigin" seru sieron
dengan berakhirnya ucapan sieron seketika 15 jubah hitam bersatu dan membentuk bola yang besar sekali lalu masuk ke dalam ubun-ubun kepala jared. jared seperti sangat tersiksa dan memberontak. nata, ripka, dan neiti hanya melihat jared penuh khawatir. selesai semua bola itu masuk ke dalam kepala jared, jared pun pingsan. nata langsung meraihnya dan menggendong jared. "aku harus kembali ke pondok" ujar nata
neiti hanya mengangguk." hati-hati" pesan neiti kepada nata dan ripka, mereka berdua pun mengangguk dan berjalan ke depan lalu sinar yang sangat terang muncul di depan mereka. lalu mereka pun masuk ke dalam cahaya itu dan menghilang.
neiti hanya terdiam melihat mereka, lalu dengan 1 tepukan tangan semua yang telah hancur dan berantkan di rumah neiti pun kembali seperti semula. dan neiti kembali duduk




bersambung...

jared dan kunci neraka

 kelahiran anak petir


 chapter I :
malam hari di 09 januari 1987, jalanan di gajah mada- jakarta sangat ramai. beberapa kendaraan lalu lalang, pedagang kaki lima menjajakan dagangannya di pinggir jalan namun hampir naik ke trotoar.
di sekitar jalan itu ada sebuah rumah kecil, masuk ke dalam gang. rumah di sekitarnya sangat terang namun rumah ini gelap, seperti tidak berpenghuni, sepi. banyak debu dan sarang laba-laba di jendela dan pintu rumah itu. rumah kuno yang terbuat dari anyaman bambu serta batako. sepertinya dingin di dalam, suasana di rumah itu sangat hening, tidak ada satu orang pun yang berani masuk, namun bukan berarti tidak ada penghuninya, di rumah itu tinggal sepasang suami istri berumur 50tahun, mereka sangat tidak bergaul dengan tetangganya, rumors menyebutkan mereka sudah ada di rumah itu semenjak tahun 1960an. artinya sudah 20tahun lebih mereka mendiami rumah tersebut dan mereka tidak mengenal 1 pun tetangganya.

nama pasangan suami istri tersebut adalah nata dan ripka. mereka mungkin sudah tua namun fisik mereka sangat kokoh, tegar dan tidak menunjukan mereka sudah berumur 50tahun , malah seperti umur 30tahun, hanya saja rambut mereka sudah beruban. nata sang suami memiliki janggut berwarna putih dan tumbuh mengambai sampai lehernya, janggutnya tipis dan terkesan seperti nata orang yang ramah dan bijak. sedang ripka masih snagat cantik hampir tidak terlihat ada kerutan di wajahnya, berbeda dengan nata yang memiliki sedikit kerutan di sekitar matanya, mata ripka sangat besar dan bulat, ia memakai baju khas wanita belanda. sangat unik dan aneh untuk lingkungannya yang notaben adalah betawi.

malam itu bukan malam biasa bagi ripka dan nata. malam ini sesuatu yang luar biasa terjadi, langit sangat gelap, hampir hujan. kilat sudah menyambar-nyambar, suara gemuruh mulai terdengar, sepertinya akan turun hujan besar, sangat besar, mungkin saja bisa badai. angin sudah sangat kencang sekali. beberapa jemuran beterbangan, ibu-ibu di gang itu panik dan mulai mengejar jemuran nya yang terbang.

di malam ini , di rumah nata dan ripka sangat tidak biasa, mereka seperti menyiapkan pesta. di dalam rumah sangat rapih dan apik sekali. buku-buku banyak disusun sedemikian rupa dengan telaten oleh nata di lemari penyimpanan buku.

kilat mulai sangat sering menyambar, seperti blitz kamera di premiere film 21, sangat terang menyala. nata dan ripka berlutut seperti hendak berdoa, mereka memejamkan matanya dan bergumam seperti membaca mantra, mereka sangat khusuk dan tidak terganggu dengan guntur yang menggelegar.
akhirnya hujan turun, sangat deras, petir pun tak mau kalah, sangat ramai seperti menemani hujan.
nata dan ripka masih berlutut dan bergumam.
seketika ada petir menyambar atap rumah nata dan ripka "TTTAAAARRRR!!!"
atap rumah mereka pun jebol dan hangus, petir itu tepat menyambar di ruang tamu mereka, 45* dari tempat mereka berlutut,

nata dan ripka langsung bangun menghapiri letak tepat petir itu menyambar. tidak ada raut muka kaget sedikit pun di muka mereka. tepat di tempat petir itu menyambar ada gumpalan seperti daging berwarna merah terang menyala. sedikit demi sedikit gumpalan merah itu mulai membesar, dan membentuk seperti bayi yang baru lahir.

setelah 30 menit gumpalan merah itu kini benar2 berbentuk bayi seperti benar2 baru lahir, matanya masih terpejam, dan badannya basah, ripka lalu mengangkat bayi itu tinggi-tinggi dan berseru inilah anak ku, anak petir dari bangsanya, yang turun menyelamatkan suku nya, aku memberi ia nama jared.


....bersambung